Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 61- Karena Oyku Ayaz Terancam Bangkrut

Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 61- Karena Oyku Ayaz Terancam Bangkrut

[LIHAT SEBELUMNYA EPISODE 60]. Kali ini kita sudah sampai pada Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 61 dimulai saat Seyma sedang bingung antara menjadi teman baik Oyku atau menjadi alat Onem untuk balas dendam. Olcay melihat Seyma sedang tidak fokus. Tidak membuang waktu, Olcay mendesak Seyma agar bisa menceritakan masalahnya. Seyma menanyakan pada Olcay “Ada dua jalan di depanku, satu jalan akan membuatku kembali dan menjadi baik, namun tetap miskin dan tidak berkuasa. Atau memilih jalan satunya menjadi jahat, namun bisa menikmati segala kemewahan dan kesuksesan.” Olcay hanya berpesan agar Seyma mengikuti kata hatinya. Sedangkan Seyma masih bingung harus mengambil langkah yang mana. Dia memiliki 3 hati yang berlawanan sifat. Tiba-tiba Onem memanggilnya, Seyma buru-buru menuju ruangan bosnya.

Bagi kamu yang ketinggalan cerita silahkan buka tautan berikut ini:
Daftar lengkap sinopsis Cinta di Musim Cherry

Onem ternyata tahu jika semalam Seyma dan Oyku makan bersama. Dia bertanya apakah ada informasi tentang Oyku?Namun, Seyma menjawab tidak ada. Onem lalu mengatakan bahwa Seyma ternyata orang yang tidak punya pendirian, dia juga akan menarik semua fasilitas yang akan diberikan padanya. Membayangkan kemiskinan, Seyma kemudian berteriak dan menjelaskan bahwa Oyku akan mendapat beasiswa ke Italia. Dan yang paling penting, Ayaz belum tahu tentang rencana itu. Onem lalu menyuruh Seyma keluar dari ruangannya.

Sisi lain, Ayaz sudah sampai di rumah Ilker untuk menjemput Oyku. Mereka kemudian pergi ke tempat yang akan digunakan untuk membuka butik Monika dan Onem. Ternyata Monika sudah menunggu Oyku di sana. Dia menjelasan jika pipa airnya bocor. Monika ingin Oyku membereskannya. Lalu Monika pergi ke butik Onem karena masih ada pekerjaan yang menunggunya.

Ayaz sedikit marah karena Oyku memanggilnya di saat jam kerja hanya untuk mengatasi masalah pipa. Oyku merasa bersalah dan berjanji akan lebih tenang dalam menghadapi semua masalah. Oyku lalu minta ijin Ayaz untuk mengabari Burcu bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi. Tidak berapa lama, Mete juga menelpon Ayaz. Dia mengatakan bahwa rapat dengan kliennya berakhir tidak menyenangkan. Para kliennya memutuskan pergi ketika tahu Ayaz tidak hadir. Mereka menganggap perusahaan Mete dan Ayaz tidak serius dalam menangani proyek tersebut.

Ayaz menyesal telah meninggalkan Mete ketika melakukan rapat besar. Dia berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut. Sementara Mete juga akan mencoba menelepon kliennya untuk membicarakan kembali masalah tersebut.

Ayaz menangis karena cita-citanya selama ini dengan Mete terancam gagal
Sementara, Burcu, Sibel, Emre, dan Ilker sedang berada di kelas merawat bayi. Ilker dan Emre tidak mau ikut melakukan kegiatan tersebut dan hanya duduk di bangku paling belakang. Namun, pelatih kelas tersebut merasa terganggu dengan tingkah keduanya. Lalu Emre dan Ilker diminta ke depan. Mereka berdua disuruh melakukan peran sebagai pasangan suami-istri. Sang instruktur menyuruh mereka mencontohkan memberikan relaksasi pada istri yang panik ketika hamil. Sebenarnya mereka berdua malu, tapi tidak bisa menolak.

Onem masuk ke ruangan Monika. Dia menanyakan tentang rencana Monika memberikan beasiswa untuk Oyku ke Italia. Monika mengiyakan jika rencana tersebut memang akan dilakukannya. Dia juga menambahkan, tidak hanya Oyku yang ingin diajaknya ke Italia, namun juga Derin.

Kembali ke kelas merawat bayi, pelajaran selanjutnya adalah cara menggendong bayi. Setiap murid di kelas diberi boneka bayi. Mereka diminta mengendongnya dengan penuh kasih. Melihat Sibel yang sangat senang menggendong boneka bayi, Ilker lalu mengahampirinya dan ikut bermain dengan boneka bayi tersebut. Melihat Burcu yang kebingungan cara menggendongnya, Emre pun ikut menghampirinya. Dia melihat Burcu sangat menyukai mengendong bayi tersebut. Instrukturnya bilang jika Burcu akan menjadi seorang ibu yang baik nanti.

Sepulang dari kelas merawat bayi, Emre dan Burcu memilih jalan-jalan di pinggir pantai. Burcu menceritakan tentang bagaimana perempuan secara otomatis akan memiliki naluri keibuan ketika memegang bayi. Emre ingin mendengar cita-cita Burcu tentang masa depannya. Burcu berkisah ingin memiliki rumah yang cantik, anak-anak yang lucu, dan bisa jalan-jalan ke luar negeri. Emre hanya terdiam dan sibuk dengan pikirannya. Namun, dia terus mendengarkan keinginan Burcu untuk masa depannya. [SELANJUTNYA EPISODE 62]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 61- Karena Oyku Ayaz Terancam Bangkrut

0 comments:

Poskan Komentar