Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 87 - Oyku Hanya Ingat Mete, Bukan Ayaz

Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 87 - Oyku Hanya Ingat Mete, Bukan Ayaz

SEBELUMNYA EPISODE 86 -- Ini adalah Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 87 dan bagi kamu yang ketinggalan cerita bisa lihat daftar lengkap sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 1-Terakhir di tautan INI.  Episode 87 bermula sehabis  kecelakaan Oykuyn dan Ayaz pun dilarikan ke RS. Saat Oyku sadar ia melihat ibunya yang sedang tidur. Lalu  Oyku bertanya kenapa ada disini? Ibunya menjawab bahwa Oyku mengalami kecelakaan. Sementara di lain ruangan Onem panik menunggu Ayaz keluar dari ruangan dokter. Lalu Ayaz pun keluar dan Onem mengajak Ayaz pulang kerumah Onem. Namun Ayaz tidak mau sebelum dia mengajak Oyku pulang. Lalu datanglah Mehmet dan berkata ke Ayaz cepat pulang. Burcu pun mengajak Ayaz ke ruangan Oyku. Onem pun memarahi Mehmet dan meminta jauhi Ayaz. Mehmet bilang bahwa dia tidak akan menjauhi Ayaz, karena Ayaz adalah anaknya. (Lho ternyata Mehmet ini adalah ayah Ayaz padahal setahu Ayaz, ayahnya sudah meninggal). Lalu Onem bilang ke mana Mehmet selama ini. Mehmet tak menggubris Onem, ia lalu menuju kamar Oyku karena Oyku sudah jadi karyawannya sekarang.


Dan kejadian menggemparkan terjadi di ruangan Oyku. Semua teman-teman Oyku adal di kamar, Oyku ingin pulang namun masih menunggu saran dari dokter. Lalu datang Ayaz, anehnya Oyku mengira kalau Ayaz adalah dokternya. Semua orang pun bingung dengan reaksi Oyku. Lalu Burcu bertanya siapa saya? Oyku menjawan mengenal Burcu tapi tidak tidak kenal dokter itu (maksudnya Ayaz). Ayaz jadi bingung, lalu Ayaz pun mendekati Oyku dan bilang kalau kita sudah bertunangan. Ayaz menunjukkan kalau cincin mereka sama. Namun Oyku malah bingung karena tidak mengenal Ayaz. Oyku pun melepaskan cincin itu diberikan ke Ayaz.

Oyku dan Sibel masuk ke ruangan Oyku. ternyata Oyku malah tidak mengenal mereka
Oyku berusaha mengingat Ayaz tapi sia-sia
Ternyata menurut analisis dokter Oyku menderita penyakit hilang ingatan. Oyku tidak bisa mengingat orang yang telah membuatnya trauma. Mendengar hal tersebut Ayaz sedih dan merasa bersalah, ia pun pergi.

Di ruangan Oyku sedang menuliskan hati di jendela. Oyku pun melihat Mete di luar jendela, dan Oyku pun tersenyum. Lalu datang Sibel, Burcu, dan ibunya. Oyku ingin didandani oleh Burcu karena Mete akan datang. Namun Oyku juga tidak mengenal Sibel.

Di luar, Mete berpapasan dengan Ayaz, Ayaz menyalahkan Mete. Kalau Mete tidak menaruh surat itu di tas tentu kejadian ini tak akan terjadi. Ayaz emosi lalu langsung meninju Mete. Oyku yang melihatnya lalu keluar dan menolong Mete. Oyku marah kepada Ayaz. Namun Ayaz berjanji ia tidak akan putus asa untuk mengingatkan Oyku lagi.

Ayaz emosi dengan Mete dan memukulnya
Di butik Mehmet bilang kepada karyawannya kalau perancang kita sedang mengalami kecelakaan. Karena Seyma pun tidak ada di tempat maka Mehmet pun ingin bertemu Seyma. Ternyata di cafe, Olcay dan Seyma sedang mengobrol. Seyma sudah tahu siapa Mehmet dan Seyma akan berjaya lagi. Olcay yang masih penasaran namun terpaksa harus ditinggal pergi karena Seyma mendapat telpon untuk segera datang ke butik Mehmet.

Sementara di kamar Oyku, Burcu sedang membuat papan nama-nama teman-temannya sebagai terapi untuk Oyku. Oyku pun menciumi bunga pemberian Ayaz namun Oyku juga tidak suka saat Ayaz memukul Mete. Lalu Burcu memulai dari foto Seyma, Oyku bilang dia baik ... ohh tidak,  Burcu malah ngedumel ia akan membuat Oyku lupa ingatan lagi. Lalu yang kedua foto Mete. Burcu bertanya pernahkan Oyku dulu mencintai Mete? Ia ingat bahkan tahu bahwa ia pernah menikah dengan Mete. Oyku juga ingat bahwa ia sudah bercerai. Lalu Oyku bertanya jadi siapa orang yang aku cintai setelah Mete? Burcu menjawab Ayaz, tetapi sayangnya Oyku hanya mengingat Mete saja.
Lalu datanglah Ayaz membawakan coklat kesukaan Oyku. Ayaz bercerita dulu dia menghabiskan menghabiskan coklat itu sebagai bukti cintanya pada Oyku. Padahal Ayaz tidak menyukai coklat. Lalu Oyku memaksa Ayaz menghabiskan kotak coklat itu kalau Ayaz benar cinta dengan Oyku. Akhirnya Ayaz memakan coklat itu, dan Oyku pun merekam Ayaz dengan handicamnya. Ayaz harus menghabiskan coklat itu dalam 15 menit hehe, Ayaz..Ayaz.. ganteng ganteng tidak suka coklat ya padahal kan enak..
Ayaz membelikan coklat ke Oyku.. eh malah Ayaz yang disuruh habisin
Ayaz sudah membuktikan cintanya dan giliran Oyku harus memakai cincin itu lagi. Meskipun begitu, Oyku tetap tidak ingat apapun tentang Ayaz. Ayaz menyuruh Oyku tutup mata dan mengingat semua yang pernah dilewati bersama, tetapi Oyku tetap tidak ingat, saat Ayaz ingin mencium Oyku, Oyku menghindar dan marah. Lalu Ayaz pun pergi (kasihan ya ka Ayaz)

Ayaz berusaha mengingatkan Oyku
Sementara di kantor Bulen sedang berbicara kerjaan dengan Mete tetapi Mete malah melamunkan Oyku. Mete sudah berusaha untuk melupakan Oyku tapi tidak bisa, dan ayahnya pun menyuruh Mete keluar negeri untuk menenangkan diri.

Lalu di butik Mehmet, Seyma sedang belajar menjahit dengan Yagmur tetapi Seyma tetap tidak bisa dan jadi bahan tertawaan karyawan di butik. Saat Mehmet datang dan tahu bahwa Seyam tidak punya keahlian, Mehmet pun bilang kalau Seyma tidak bisa apa-apa. Emang dasar Seyma yang jahat, sempat-sempatnya ia mencuri gelang saat pulang kerja.

Saat Oyku dan Ayaz di taman
Malam harinya, Oyku yang sedang berjalan sambil berbicara sendiri kenapa ia belum ingat apapun. Oyku pun melihat Ayaz sedang duduk melamun lalu menghampirinya. Dan Oyku meyakinkan Ayaz kalau cinta akan menguatkan hubungan kita, Oyku pasti akan mengingat Ayaz kembali. Kemudian Oyku bertanya di mana tempat dulu kita bermain-main. Ayaz menjawab di taman ini, lalu tiba-tiba air itu di taman mancur. Ayaz menutupi kepala Oyku dengan jaket nya dan mereka pun saling berpandangan. --  SELANJUTNYA EPISODE 88

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sinopsis Cinta di Musim Cherry Episode 87 - Oyku Hanya Ingat Mete, Bukan Ayaz

0 comments:

Poskan Komentar