Sinopsis Cansu dan Hazal Episode 108 - Gulseren "Pamitan" dengan Cansu dan Hazal

Sinopsis Cansu dan Hazal Episode 108 - Gulseren "Pamitan" dengan Cansu dan Hazal

Sinopsis Cansu dan Hazal Episode 108 - Sebelumnya untuk kamu yang ketinggalan cerita. Kamu bisa lihat daftar sinopsis lengkap sinopsis serial Cansu dan Hazal mulai dari episode pertama melalui tautan link di bawah ini:
Rahmi duduk di halaman rumahnya, sambil membaca koran.. Swat lalu menghubungi Rahmi. Swat yang saat itu tengah menggiring orang yang memeriksa ruangan Cihan, mengatakan sesuatu pada Rahmi. Usai bicara dengan Swat, Rahmi lantas memasang earphone ke telinganya. Osman datang dan menyapa Rahmi. Rahmi pun marah karena Osman terus menerus mengganggunya. Rahmi lalu mengusir Osman.

Gulseren baru saja tiba di tokonya ketika Deriya sedang membuat kue. Gulseren mengambil alih tugas Deriya. Deriya terlihat murung.. sepertinya Deriya masih tidak rela berpisah dari sahabatnya... Deriya bahkan sampai menangis saat berbicara dengan Gulseren... Gulseren pun memeluk Deriya. Seseorang lalu datang ke toko Gulseren.. orang itu Mehmet, temannya Gulseren yang tempo hari datang mengabarkan kematian ayah Gulseren...

Osman terus mengawasi Rahmi.. Emine datang membawakan Rahmi segelas jus. Rahmi lalu mengajak Emine bicara. Setelah itu, Emine pun masuk ke dalam... Dilara kemudian pulang... Rahmi menyapa Dilara. Dilara kemudian masuk ke ruang baca.. Rahmi menyusul Dilara.. disana mereka bertengkar.. Rahmi menunjukkan video orang yang memeriksa ruangan Cihan..... tampak di video itu, sebuah tangan menerima linggis dari orang itu... tangan itu milik DILARA! Rahmi sangat marah pada Dilara. Puas memarahi Dilara, Rahmi pun pergi. Dilara cemas.

Gulseren pergi dengan temannya itu. Beberapa detik setelah kepergian Gulseren, Nuray datang ke toko Gulseren... Nuray berbicara sebentar dengan Nezaket, setelah itu Nezaket pergi dan Nuray menelpon seseorang.

Gulseren mengajak Mehmet ke rumahnya.... Mereka membicarakan sesuatu...
Gulseren dengan Mehmet
Di sekolah, Hazal dan genknya tengah membahas sesuatu... seorang teman Hazal tiba2 menyebut nama Cansu... entah apa yang mereka bicarakan... Gulseren kemudian datang.. Hazal pun langsung menghampiri Gulseren... Gulseren memeluk Hazal dengan erat... mereka berbicara sebentar... Hazal bicara pada Gulseren sambil terus2an melirik ke arah teman2nya.. Gulseren lalu memberikan sebuah kalung pada Hazal... Saat Hazal hendak masuk ke kelasnya, Gulseren menarik Hazal ke dalam pelukannya... Gulseren juga mencium Hazal.. Hazal terlihat bingung dengan sikap Gulseren.
Gulseren pamit dengan Hazal
Hazal menunjukkan kalung itu pada teman2nya.. teman2nya pun kembali menyebut nama Cansu... Hazal mengatakan sesuatu, lalu ia pun mengajak kedua temannya pergi.

Cansu makan berdua dengan Gulseren di sebuah kafe.. Gulseren memberikan Cansu kalung yang sama seperti yang ia berikan pada Hazal. Kalung berbandul kupu2. Cansu tampak senang dengan kalung itu. Ia pun langsung memeluk Gulseren... tak hanya itu, ia juga meminta Gulseren memakaikan kalung itu padanya...

UPDATE: Foto Leyla Tanlar 'Cansu' dan Wesley Sneidjer  


Saat bersam Cansu
Dilara menghampiri Rahmi yang duduk di halaman rumah. Dilara menjelaskan sesuatu pada Rahmi. Wajah Dilara terlihat sedih. Rahmi pun diam saja...

Bachtiar menunggu Cansu di depan kafe. Begitu Cansu keluar, Bachtiar langsung membukakan pintu. Gulseren terlihat sedih.. Cansu lantas mengatakan sesuatu pada Gulseren karena melihat wajah Gulseren yang sedih.. ibu dan anak ini lalu berpelukan....
Gulseren akan pergi jauh

Lepas pamitan Gulseren pun pergi dengan bus. Deriya menangis karena Gulseren pergi, sementara itu Cihan memandangi dari jauh kepergian Gulseren dari dalam mobilnya.

SELANJUTNYA || Sinopsis Cansu dan Hazal Episode 109 ||

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Cansu dan Hazal Episode 108 - Gulseren "Pamitan" dengan Cansu dan Hazal

0 comments:

Poskan Komentar