Sinopsis Mahabharata Episode 20 - Gandari Hamil dan Pandu Ingin Turun Tahta

Sinopsis Mahabharata Episode 20 - Gandari Hamil dan Pandu Ingin Turun Tahta

Sinopsis Mahabharata Episode 20 - Episode dimulai di istana, ada seorang penyanyi gemuk bersama penari. Ia menari menghibur para kerabat istana, sembari menari ia memberi pertanyaan. Dari pertanyaan itu ada tiga jawaban, jawaban pertama anak, jawaban kedua cinta, jawaban ketiga Dhritarashtra. Kemudian Dhritarashtra menjadi bingung. Widura kemudian menelaah bahwa penari itu meramalkan bahwa Dhritarashtra akan segera mendapat cinta dari seorang anak.


Sinopsis Mahabharata Episode 20
Sinopsis Mahabharata Episode 20

Maka semua pun senang. Dhritarashtra kemudian memeluk widura. Sengkuni juga senang. Dhritarashtra pun bersujud kepada paman bhisma. 

Tak lama kemudian Pandu bersama kedua istrinya pulang. Ibu Ratu kemudian bilang kabar baik bahwa Dhritarashtra akan segera mendapat anak karena Gandari sedang hamil. Namun wajah Pandu murung, Ibu Ratu pun menanyakannya kepada Pandu.

Pandu tidak bilang jika ia kena kutuk. Ia mengucapkan selamat kepada Dhritarashtra. Lalu Pandu melihat kursi tahta raja dan berjalan menuju tahtanya. Ia mengingat-ingat kata-kata resi Kindama. 

Pandu kemudian mengumumkan suatu. Ia bilang sudah membunuh istri resi Kindama di hutan tanpa sengaja. Ia kemudian memutuskan bahwa ia turun tahta dari kerajaan Hastinapura karena ia tidak layak menjadi raja. Mendengar itu sengkuni senyam senyum sendiri.

Kemudian Pandu masuk ke ruangannya. Tak lama kemudian Bisma masuk ke ruangan Pandu. Mereka pun berbincang. Bisma mencoba membujuk Pandu agar tidak mengundurkan diri dari tahta. Namun Pandu tetap merasa ia tidak berhak menjadi raja.

Padahal Bhisma sudah memberikan solusi untuk menebus dosanya dengan mengorbankan sapi. Namun hati Pandu tetap tidak ingin menjadi raja. BACA SELANJUTNYA Sinopsis Mahabharata Episode 21

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Mahabharata Episode 20 - Gandari Hamil dan Pandu Ingin Turun Tahta

0 comments:

Posting Komentar