Sinopsis Mahabharata Episode 43 - Kecerdasan Yudhistira Teruji

Sinopsis Mahabharata Episode 43 - Kecerdasan Yudhistira Teruji

Sinopsis Mahabharata Episode 43 - Episode dimulai saat acara makan para pangeran dimana Bhisma membuat peraturan semua pangeran dilarang menekuk siku saat makan. Semua pangeran pu n bingung karena bagaimana mereka bisa makan jika siku tidak ditekuk. Bhisma sengaja menguji kecerdasan para pangeran dinasti kuru.


Sinopsis Mahabharata Episode 43
Sinopsis Mahabharata Episode 43

Semua pangeran tidak bisa memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Hingga akhirnya Yudhistira menemukan solusi, ia menyuapi Duryudhana, ia tidak perlu menekuk sikunya. Bhisma bangga dengan Duryudhana karena ia sangat cerdas. Bhisma kemudian bilang bahwa ini adalah pelajaran dalam hidup, sesama saudara harus saling peduli. Namun saat Bhisma dan Widura pergi, Duryudhana enggan menyuapi bhima, begitu juga para pangeran lain enggan menyuapi arjuna, nakula, dan sadewa.

Adegan berubah ke Dhritarashtra yang sedang memuja Dewa Siwa. Kemudian Bhisma dan Widura datang. Dhritarashtra lalu bilang kita akan mengadakan upacara untuk mengenang kematian Pandu. Lalu Dhritarashtra bicara tentang penobatan Duryudhana, namun widura mencoba mengalihkan ke hal lain yang membuat Dhritarashtra menjadi emosi.

Pada akhirnya Dhritarashtra, Bhisma, Widura sepakat bahwa pangeran kuru harus diuji kemampuannya sebelum menjadi putra mahkota. Namun sebelum itu mereka harus mendapat pelatihan dari seorang guru terlebih dahulu. Kelak jika latihan dianggap selesai, maka Bhisma sendiri yang akan mengujinya.

Dhritarashtra pun sepakat. Ia kemudian bilang segera buat program latihan untuk para pangeran. Jika pelatihan sudah selesai maka Duryudhana harus segera dinobatkan menjadi raja. Namun Bhisma berkata bahwa yang akan dinobatkan menjadi putra mahkota adalah pangeran yang paling mampu. BACA SELANJUTNYA Sinopsis Mahabharata Episode 44

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Mahabharata Episode 43 - Kecerdasan Yudhistira Teruji

0 comments:

Posting Komentar