Sinopsis Mahabharata Episode 44 - Perkelahian Bhima dan Duryudhana

Sinopsis Mahabharata Episode 44 - Perkelahian Bhima dan Duryudhana

Sinopsis Mahabharata Episode 44 - Episode dimulai ketika para pandawa sedang di taman istana. Mereka memetik mangga dan memakannya. Tiba-tiba Duryudhana datang dan bilang bahwa Pandawa sudah mencuri mangganya.


Sinopsis Mahabharata Episode 44
Sinopsis Mahabharata Episode 44 

Bhima sudah tidak bisa menahan emosi. Ia mendatangi kurawa namun Duryudhana segera mendorongnya hingga jatuh. Kemudian Bhima berkelahi dengan Duryudhana. Dursasana membantu kakanya sehingga Bhima pun dikeroyok. 

Melihat hal itu Yudhistira mencoba melerai namun mereka dikepung oleh saudara kurawa yang lain. Arjuna sangat marah namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa melihat Bhima dikeroyok. Bhima sendiri kemudian berhasil melempar Duryudhana dan Dursasana sampai terjatuh.

Untunglah Bhisma segera datang. Bhisma berhasil memegang tangan Durydana namun Duryudana malah berani memukul tangan bhisma. Hal itu membuat Bhisma murka. Maka Bhisma mengatakan bahwa Duryudana harus dihukum.

Melihat hal itu, Yudhistra lalu bilang, Maagkan kami kakek Bhisma. Meski Duryudhana keliru namun Bhima juga salah. Kemudian Bhisma berkata Bhima dan Duryudhana akan dihukum berdiri di depan kuil semalaman. 

Lalu semua bubar. Pandawa kemudian mendatangi Ibu Kunti dan bilang bahwa Kakak Bhima sedang ada masalah besar. Kunti pun menjawab, apapun masalahnya kalian sebagai saudara harus menghadapinya bersama. Pada akhirnya semua Pandawa juga ikut merasakan hukuman Bhima. 

Sementara itu Sengkuni kembali mempengaruhi Duryudhana. Sengkuni menghasut agar Duryudhana menyingkirkan kelima pandawa. Duryudhana pun kemudian membuat rerncana untuk menyingkirkan Bhima terlebih dahulu. 

Malam itu semua Pandawa dan Duryudhana menjalani hukuman berdiri dan membaca mantra di depan kuil Siwa semalaman. BACA SELANJUTNYA Sinopsis Mahabharata Episode 45

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Mahabharata Episode 44 - Perkelahian Bhima dan Duryudhana

0 comments:

Posting Komentar