Sinopsis Mahabharata Episode 46 - Bhima Diracuni Oleh Sengkuni

Sinopsis Mahabharata Episode 46 - Bhima Diracuni Oleh Sengkuni

Sinopsis Mahabharata Episode 46 - Episode ini dimulai setelah kehadiran Guru Drona kala para pangeran bermain bola tangan. Arjuna paling kagum terhadap Guru Drona, ia pun meminta diajari. Guru Drona lalu bilang agar Arjuna menunjukkan ranting rumput yang dibuat Drona untuk mengambil bola pada Kakek Bhisma.

Sinopsis Mahabharata Episode 46
Sinopsis Mahabharata Episode 46 

Sementara di dalam ruangan rapat kerajaan Bhisma, Widura, Kripa, dan  Dhritarashtra sedang membicarakan perselisihan pandawa dan Kurawa. Bhisma sempat emosi karena Dhritarashtra bengal dan hanya membela anaknya, Untunglah Widura sabar dan segera mencoba menenangkan suasana.

Tiba-tiba arjuna masuk dan memberikan ranting rumput yang dibuat Drona. Bhisma langsung tahu bahwa yang datang adalah Guru Drona.

Sisi lain Bima sedang sendirian makan ladu. Lalu ia didatangi Dursasana dan Duryudhana. Ternyata mereka ini sedang merencanakan hal buruk pada Bhima. Mereka berpura-pura bersikap baik pada Bhima. Kemudian mereka memberikan buah kepada Bhima dan mengajak Bhima pergi ke sebuah tempat.

Sementara Bhisma kemudian menemi Guru Drona dan menyambutnya. Drona ini adalah saudar ipar Kripa namun hubungan mereka kurang baik. Kemudian Bhisma mengangkat Drona menjadi guru dan arjuna langsung menyentuh kaki Drona.

Sementara itu Sengkuni sudah membubuhkan racun ke sebuah makanan yang akan diberikan pada Bhima. Tak lama Bhima datang ke sebuah tempat yang sudah dipersiapkan sengkuni. Tempat itu penuh makanan. Mulanya Bhima enggan makan karena menunggu keempat saudaranya datang namun pada akhirnya Bhima tidak tahan dan memakannya.

Dan Bhima termakan jebakan Sengkuni dan Duryudhana. Atas bujukan duryudhana Bhima memakan bubur beracun. Apakah yang akan terjadi dengan Bhima selanjutnya? BACA SELANJUTNYA Sinopsis Mahabharata Episode 46

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Mahabharata Episode 46 - Bhima Diracuni Oleh Sengkuni

0 comments:

Posting Komentar