Sinopsis Mahabharata Episode 52 - Ada Pemanah Lain Yang Mengungguli Arjuna

Sinopsis Mahabharata Episode 52 - Ada Pemanah Lain Yang Mengungguli Arjuna

Sinopsis Mahabharata Episode 52 - Episode dimulai masih dalam pelatihan. Setelah arjuna memenangkan latihan panah, kini dilanjut latihan keseimbangan. Bhima terjatuh dan ditertawakan semua teman-temannya.  Drona juga juga mengajari tentang batasan wilayah agar bisa menghargai hak-hak kerajaan lain. 
Sinopsis Mahabharata Episode 52

Berbagai pelatihan lain terus dilakukan dan lagi-lagii Arjuna unggul dalam ilmu memanah. Selain latihan senjata Drona juga memberi wejangan-wejangan tentang cara berpikir menjadi seorang raja. Dan soal itu Yudhistira menguasainya. Kemudian karena arjuna sudah diketahui berbakat dalam bidang memanah, maka Drona sengaja meluangkan khusus untuk semakin mengasah kemampuan memanah arjuna.

Pada sekempatan itu arjuna belajar memanah sampai senja, saat itu ia tidak bisa melihat sasaran. Drona kemudian bilang bahwa Arjuna memiliki kelemahan dalam matanya. Saat arjuna berlatih bersama drona  itu ada seseorang yang memperhatikan mereka diam-diam.

Kemudian Duryudhana menghasut aswatama untuk membeci arjuna. Karena arjuna mendapat waktu khusus sedangkan aswatama yang tidak lain anak dari drona sendiri malah disuruh menggiring ternak bersama dursasama dam dirinya. Aswatama terpengaruh dan ia menjadi semakin benci pada arjuna bahkan berniat membunuhnya.

Aswatama bahkan berani memanah arjuna yang berada disemak-semak sedang mengasah anak panahnya. Namun aswatama gagal karena panah aswatama malah berbalik diserang. Kemudian mereka segera berbalik lari dengan cepat  ke perkemahan, disana mereka kaget karena melihat arjuna sedang duduk berdoa. 

Jadi ada orang  lain yang ahli memanah selain arjuna. Namun mereka juga bingung siapakah orang itu? BACA SELANJUTNYA Sinopsis Mahabharata Episode 53

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Mahabharata Episode 52 - Ada Pemanah Lain Yang Mengungguli Arjuna

0 comments:

Posting Komentar