Sinopsis Mahabharata Episode 65 - Bhima Emosi dan Menghajar Duryudhana

Sinopsis Mahabharata Episode 65 - Bhima Emosi dan Menghajar Duryudhana

Sinopsis Mahabharata Episode 65 - Masih dalam kompetisi antar pangeran. Yang menghadapi Duryudhana kali ini adalah bhima. Kemudian Bhima masuk ke arena, ia langsung memukul tanah dengan gadanya sampai-sampai karena pukulan bhima itu gempa terjadi.

Sinopsis Mahabharata Episode 65
Sinopsis Mahabharata Episode 65 - Bhima Dewasa

Hal itu langsung menyulut amarah Duryudhana. Ia pun segera berlari ke arah Bhima dan meloncat mengangkat senjatanya. Pertarungan sengit pun terjadi. Bhima sangat kuat., ia berhasil mencekik Duryudhana. Bhima dipukul berkali-kali namun tidak apa-apa.

Sampai akhirnya Bhima berhasil memukul jatuh senjata Duryudhana. Duryudhana juga berhasil menjatuhkan gada bhima dengan kakinya. Mereka kini bertarung dengan tangan kosong. 

Adegan saling hantam pun terjadi. Kemudian Bhima berhasil membanting Duryudhana. Duryudhana sendiri tidak menyerah, dengan kekuatannya ia juga berhasil menjatuhkan Bhima. Keduanya tersulut emosi, namun Bhima lebih emosi.

Bhima sudah sejak kecil memendam dendam pada Duryudhana. Karena dulu ia pernah ditipu dan mau dibunuh oleh Duryudhana. Bhima kemudian berhasil menjatuhkan Duryudhana dan memukul keningya hingga berdarah. Melihat itu akhirnya pertarungan dihentikan karena Bhima sudah melanggar aturan.

Dalam kompetisi ini semua pangeran dilarang melukai sesama sampai berdarah. Guru Drona datang dan menghentikan pertandingan. Ternyata Bhima sengaja melukai Duryudhana.Ia ingin memberi pelajaran pada Duryudhana Bhima. Bhima pun bilang kompetisi ini paling layak dimenangkan oleh Arjuna. 

Kemudian Duryudhana diumungkan memenangkan pertarungan. Bhima sendiri lalu berjalan keluar area dan memberi hormat pada Dewi Kunti, ibunya. Bhima kemudian bergabung dengan para pandawa lain. BACA SELANJUTNYA Sinopsis Mahabharata Episode 66

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sinopsis Mahabharata Episode 65 - Bhima Emosi dan Menghajar Duryudhana

0 comments:

Posting Komentar